Kadang aku ingin mengeluh, kenapa semua serumit ini.
Tuhan.. kenapa kata-kata yang dia ucapkan begitu membekas dalam ingatanku.
Rangkaian kata itu begitu indah hingga dia bertahta dalam singgahsanaku.
Aku ingin lepas, terlepas dari semua harapanku.
Tapi entah kenapa aku selalu tak bisa melangkah.
Seakan kau menggenggam erat tangganku, tapi tidak.
Kau hanya semu dalam pandanganku, tapi nyata dalam ingatanku.
Memang kau perangkai kata yang hebat yang pernah aku temui.
Manis janjimu ternyata racun yang secara perlahan membunuhku, membunuh hatiku.
Jika tak suka lepaskahlah! Jangan kau buat aku menanti sesuatu yang tak pasti.
Lepaskanlah. Aku mohon.
Katakanlah sesuatu yang membuatku menjauh darimu.
Katakanlah bahwa semuanya berakhir, benar-benar berakhir.
Katakanlah bahwa jalan kita memang tak akan menyatu, dan jangan berkata apa-apa lagi. Jangan!
Cukup! Aku ingin bahagia.
Lalu aku akan lupakanmu. Benar-benar lupakan kamu dengan rasa ini.
Tuhan.. kenapa kata-kata yang dia ucapkan begitu membekas dalam ingatanku.
Rangkaian kata itu begitu indah hingga dia bertahta dalam singgahsanaku.
Aku ingin lepas, terlepas dari semua harapanku.
Tapi entah kenapa aku selalu tak bisa melangkah.
Seakan kau menggenggam erat tangganku, tapi tidak.
Kau hanya semu dalam pandanganku, tapi nyata dalam ingatanku.
Memang kau perangkai kata yang hebat yang pernah aku temui.
Manis janjimu ternyata racun yang secara perlahan membunuhku, membunuh hatiku.
Jika tak suka lepaskahlah! Jangan kau buat aku menanti sesuatu yang tak pasti.
Lepaskanlah. Aku mohon.
Katakanlah sesuatu yang membuatku menjauh darimu.
Katakanlah bahwa semuanya berakhir, benar-benar berakhir.
Katakanlah bahwa jalan kita memang tak akan menyatu, dan jangan berkata apa-apa lagi. Jangan!
Cukup! Aku ingin bahagia.
Lalu aku akan lupakanmu. Benar-benar lupakan kamu dengan rasa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar