Sebenarnya aku rindu, kamu.
Tapi untuk mengutarakannya aku takut.
karena aku tahu kamu sudah membeciku.
Khawatir ini masih kepadamu,
Dan semua kisahku masih tentangmu.
Kamu benar, saat kamu bilang "aku lah inspirasimu" ya kau memang inspirasiku.
Karena apapun yang ingin aku tulis semua tertuju padamu.
Tapi, sepertinya kau baik-baik saja.
Sepertinya, kau lebih bahagia tanpaku.
Kamu lebih menikmati hidupmu sekarang, dengan semua kesibukanmu.
Ah kadang aku iri pada mereka yang bisa terus melihatmu,
Yang selalu tahu bagaimana kamu menjalani hidupmu.
Aku ingin jadi mereka yang selalu kamu sapa,
Yang selalu kamu ajak bicara atau sekedar bercanda,
Aku ingin selalu bisa melihat senyumanmu,
Menjadi tempat berbagi saat kamu marah, saat kamu ingin bercerita.
Jujur.. aku sangat rindu.
Aku ingin sekali berkata padamu.. aku masih menjadi mataharimu. Selalu.
Tentang tulisanku, aku hanya berharap kamu melihatnya, membacanya.
Terserah dengan bagaimanapun tanggapanmu.
Aku hanya ingin kamu tahu, karena untuk bicara aku tak akan mampu.
Jika aku mampu memutar waktu, aku ingin mengembalikan semua seperti dulu. Saat semua belum terungkap, saat cinta masih terpenjara karena ikatan persahabatan.
Tapi untuk mengutarakannya aku takut.
karena aku tahu kamu sudah membeciku.
Khawatir ini masih kepadamu,
Dan semua kisahku masih tentangmu.
Kamu benar, saat kamu bilang "aku lah inspirasimu" ya kau memang inspirasiku.
Karena apapun yang ingin aku tulis semua tertuju padamu.
Tapi, sepertinya kau baik-baik saja.
Sepertinya, kau lebih bahagia tanpaku.
Kamu lebih menikmati hidupmu sekarang, dengan semua kesibukanmu.
Ah kadang aku iri pada mereka yang bisa terus melihatmu,
Yang selalu tahu bagaimana kamu menjalani hidupmu.
Aku ingin jadi mereka yang selalu kamu sapa,
Yang selalu kamu ajak bicara atau sekedar bercanda,
Aku ingin selalu bisa melihat senyumanmu,
Menjadi tempat berbagi saat kamu marah, saat kamu ingin bercerita.
Jujur.. aku sangat rindu.
Aku ingin sekali berkata padamu.. aku masih menjadi mataharimu. Selalu.
Tentang tulisanku, aku hanya berharap kamu melihatnya, membacanya.
Terserah dengan bagaimanapun tanggapanmu.
Aku hanya ingin kamu tahu, karena untuk bicara aku tak akan mampu.
Jika aku mampu memutar waktu, aku ingin mengembalikan semua seperti dulu. Saat semua belum terungkap, saat cinta masih terpenjara karena ikatan persahabatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar