Sabtu, 29 Oktober 2016

Orang Asing

Dan hujan turun lagi, basahi tanah yang hampir mengering.
Seperti kamu..
Datang menawarkan kebahagiaan, padahal luka yang dulu kamu tinggalkan belum jua sembuh.
Kamu merayu, seakan semua kata-kata itu meyakinkan.
Tidak. Tidak ada yang berubah dari semua ucapanmu, semua masih sama, dengan topik yang sama, dengan alasan dan penjelasan yang sama.
Ah kadang aku kalah lagi dengan hati.
Bagaimana bisa aku membukakan pintu lagi untukmu, padahal hanya luka yang kamu sisakan.
Tidak. Aku tidak membencimu. Aku lelah. Hanya lelah.
Lelah karena sikapmu seperti itu, lelah karena kau terus tarik ulur hatiku, lelah untuk memahamimu sedang kau tak pernah mencoba untuk memahamiku.
Pahamilah aku seorang wanita.
Bukan sekedar janji yang ku butuhkan, tapi kepastian.
Bukan hanya kasih sayang tapi juga perhatian.
Aku ingin seperti mereka yang saling bertukar kabar dan rindu, tidak seperti kita yang seperti orang asing.
Ku fikir jarak yang aku ciptakan kini mampu membuatku lupa kepadamu, tapi nyatanya tidak.
Jarak memang menghilangkan kamu dari pandanganku, tapi tidak menghapusmu dari hati dan fikiranku.
Aku pernah sangat yakin kepadamu, tapi juga pernah sangat ragu.
Mungkin..
Aku mengerti mengapa Tuhan belum beri kita kesempatan untuk bersama, karena ego kita yang sangat besar, karena kita masih sibuk dengan dunia masing-masing.
Atau mungkin.. memang Tuhan tidak mentakdirkan kita untuk bersama.
Ah sudahlah.
Ini rumit. Sangat rumit.
Dan ini sakit, karena aku menyayangimu.
Masih mencintaimu.

Jumat, 28 Oktober 2016

Pergi, lalu Kembali.

Aku tak bisa terus menjeratmu untuk tetap bersamaku.
Mengurung sebuah hati yang sebenarnya ingin pergi.
Entah karena rasa sayang atau nafsu belaka yang menumbuhkan egois ini.
Maaf..
Pergilah kamu. Pergi.
Aku tahu tak mudah untuk melepaskan.
Merelakan seseorang yang amat berarti itu sulit!
Tapi aku percaya..
Jika memang kamu tercipta untukku, kamu akan kembali dengan jalan takdir-Nya.
Namun jika tidak, mungkin ini akan menjadi kisah yang akan aku ceritakan pada anak cucuku kelak bahwa dulu kamu pernah menjadi bagian di hidupku.

Kamis, 27 Oktober 2016

Tentang Rindu..

Aku rindu kamu lagi.
Dalam mimpi, di setiap lagu yang ku dengar, kamu hadir. Membuatku rindu lagi.
Sia-sia saja selama ini aku melupakanmu jika akhirnya aku merindu lagi.
Mungkin kamu juga rasakan rindu yang sama, atau tidak?
Ah tidak. Tidak mungkin.
Untuk sejenak terlintas tentang aku di fikiranmu saja tidak.
Kamu terlalu asyik dengan duniamu, dengan semua kesibukanmu, dengan lingkungan barumu.
Kamu lupa tentang semua janji yang kamu ucap.
Kamu bilang kamu cinta aku, kamu miliki mimpi bersamaku, tapi nyatanya aku hanya seorang peran pembantu dalam kisahmu.
Kamu ambisius, itu bagus. Kamu pekerja keras, itu lebih bagus. Tapi kau mengabaikan seseorang yang kau sayang? Itu jahat!
Apa harus mencintaimu sesakit ini? Mencintai seorang diri, bertepuk sebelah tangan? Kamu bisa bayangkan? Ah tidak jangan kamu bayangkan karena kamu tidak akan pernah mengerti.
Terlalu banyak gadis cantik disekelilingmu, terlalu banyak hingga membuatku tersingkir.
Jangan salah faham.
Tidak, aku tidak menyalahkanmu.
Tidak. Kamu tidak salah.
Ini hanya aku yang terlalu berharap. Hanya aku yang terlalu mencintaimu. Hanya aku.
Aku tak menyesal pernah jatuh cinta padamu, meskipun sakit aku senang pernah kamu bahagiakan dulu.
Dalam perbincanganku dengan Tuhan.. aku berdo'a agar kamu selalu bahagia, semua mimpimu tercapai. Meskipun tujuanmu bukanlah aku dan bahagiamu bukan karenaku.
Aku harap kamu tak rasakan sakit seperti diriku.

Jika suatu saat kamu temui aku, jangan tanyakan perasaanku. Karena aku tidak tahu sampai kapan rasa ini akan bertahan dan menetap di hatiku.

Selasa, 25 Oktober 2016

Hilang dalam Gelap

Untukmu Rindu..
Hilanglah dalam pekatnya malam,
Terhanyut dalam derasnya hujan,
Hingga tiada lagi sesak tersisa.
Disini, di hatiku.

Persimpangan Kosong

Aku dengan duniaku, dan kau dengan duniamu.
Aku dengan kesibukan ku, dan kau dengan urusanmu.
Jalan kita sudah terpisah tapi kau berkata akan menyatukan persimpangan itu.
Bagaimana caranya jika sekarang kau malah membangun jalan baru dan membiarkan persimpangan itu kosong!