Aku rindu kamu lagi.
Dalam mimpi, di setiap lagu yang ku dengar, kamu hadir. Membuatku rindu lagi.
Sia-sia saja selama ini aku melupakanmu jika akhirnya aku merindu lagi.
Mungkin kamu juga rasakan rindu yang sama, atau tidak?
Ah tidak. Tidak mungkin.
Untuk sejenak terlintas tentang aku di fikiranmu saja tidak.
Kamu terlalu asyik dengan duniamu, dengan semua kesibukanmu, dengan lingkungan barumu.
Kamu lupa tentang semua janji yang kamu ucap.
Kamu bilang kamu cinta aku, kamu miliki mimpi bersamaku, tapi nyatanya aku hanya seorang peran pembantu dalam kisahmu.
Kamu ambisius, itu bagus. Kamu pekerja keras, itu lebih bagus. Tapi kau mengabaikan seseorang yang kau sayang? Itu jahat!
Apa harus mencintaimu sesakit ini? Mencintai seorang diri, bertepuk sebelah tangan? Kamu bisa bayangkan? Ah tidak jangan kamu bayangkan karena kamu tidak akan pernah mengerti.
Terlalu banyak gadis cantik disekelilingmu, terlalu banyak hingga membuatku tersingkir.
Jangan salah faham.
Tidak, aku tidak menyalahkanmu.
Tidak. Kamu tidak salah.
Ini hanya aku yang terlalu berharap. Hanya aku yang terlalu mencintaimu. Hanya aku.
Aku tak menyesal pernah jatuh cinta padamu, meskipun sakit aku senang pernah kamu bahagiakan dulu.
Dalam perbincanganku dengan Tuhan.. aku berdo'a agar kamu selalu bahagia, semua mimpimu tercapai. Meskipun tujuanmu bukanlah aku dan bahagiamu bukan karenaku.
Aku harap kamu tak rasakan sakit seperti diriku.
Jika suatu saat kamu temui aku, jangan tanyakan perasaanku. Karena aku tidak tahu sampai kapan rasa ini akan bertahan dan menetap di hatiku.
Dalam mimpi, di setiap lagu yang ku dengar, kamu hadir. Membuatku rindu lagi.
Sia-sia saja selama ini aku melupakanmu jika akhirnya aku merindu lagi.
Mungkin kamu juga rasakan rindu yang sama, atau tidak?
Ah tidak. Tidak mungkin.
Untuk sejenak terlintas tentang aku di fikiranmu saja tidak.
Kamu terlalu asyik dengan duniamu, dengan semua kesibukanmu, dengan lingkungan barumu.
Kamu lupa tentang semua janji yang kamu ucap.
Kamu bilang kamu cinta aku, kamu miliki mimpi bersamaku, tapi nyatanya aku hanya seorang peran pembantu dalam kisahmu.
Kamu ambisius, itu bagus. Kamu pekerja keras, itu lebih bagus. Tapi kau mengabaikan seseorang yang kau sayang? Itu jahat!
Apa harus mencintaimu sesakit ini? Mencintai seorang diri, bertepuk sebelah tangan? Kamu bisa bayangkan? Ah tidak jangan kamu bayangkan karena kamu tidak akan pernah mengerti.
Terlalu banyak gadis cantik disekelilingmu, terlalu banyak hingga membuatku tersingkir.
Jangan salah faham.
Tidak, aku tidak menyalahkanmu.
Tidak. Kamu tidak salah.
Ini hanya aku yang terlalu berharap. Hanya aku yang terlalu mencintaimu. Hanya aku.
Aku tak menyesal pernah jatuh cinta padamu, meskipun sakit aku senang pernah kamu bahagiakan dulu.
Dalam perbincanganku dengan Tuhan.. aku berdo'a agar kamu selalu bahagia, semua mimpimu tercapai. Meskipun tujuanmu bukanlah aku dan bahagiamu bukan karenaku.
Aku harap kamu tak rasakan sakit seperti diriku.
Jika suatu saat kamu temui aku, jangan tanyakan perasaanku. Karena aku tidak tahu sampai kapan rasa ini akan bertahan dan menetap di hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar